1st Buletin

Pemilihan Rektor, Emang kita Pikirin?????

Saat ini, UPI sedang diramaikan dengan isu pemlihan Rektor. Tapi apakah semua mahasiswa peduli dengan moment ini? Jika kita lihat antusiasme para mahasiswa dalam mengikuti salah satu event yang diselenggarakan oleh BEM REMA UPI, nampak jelas bahwa mahasiswa sudah cukup peduli terhadap pemilihan rektor. Eventnya yaitu “Diskusi Terbuka Calon Rektor” yang dihadiri oleh himpunan, UKM, dan 2 orang panelis yaitu, Irfan A. Fauzi (Presiden BEM REMA UPI) dan Firman Wahyudi (Presiden BEM KM IPB). Acara ini diselenggarakan oleh Departemen Sosial Politik BEM REMA UPI dan sekitar  200 mahasiswa yang merupakan delegasi dari tiap ORMAWA hadir.

Berkat eent tersebut, mahasiswa mengetahui calon rektor mereka. Meskipun hanya 3 dari 11 calon rektor yang hadir memenuhi undangan BEM REMA UPI. Tapi hal tersebut cukup memberikan gambaran bagi para mahasiswa tentang karakteristik calon pemimpin no 1 di UPI.

Mahasiswa memang tidak memiliki peran secara teknis dalam pemilihan rektor. Namun mahasiswa harus berperan aktif dalam menganalisis rektor yang  akan mengambil kebijakan di Universitas Pendidikan Indonesia. Di era reformasi ini, semua warga indonesia harus berperan aktif dalam memantau agenda reformasi. Apalagi mahasiswa yang jelas-jelas sebagai agent of change yang harus “melek” terhadap informasi dan isu perpolitikan yang ada.

Ada sebuah kisah ketika khalifah Umar di datangi oleh anaknya di ruangan kerjanya pada malam hari. Anaknya ingin berb icara, sebelumnya khalifah umar menanyakan, “Ada masalah apa? apakah berhubungan dengan rakyat ataukah hanya masalah pribadi?” Sang anak menjawab, “hanya masalah pribadi”.  Kemudian khalifah Umar mematikan lilin (lampu) di ruangan itu karena dia tahu bahwa lilin itu adalah penerangan ruangan kerjanya untuk rakyatnya.

Kesimpulannya, tidaklah mudah untuk menjadi pemimpin. Karena sebenarnya pemimpin itu adalah pengemban amanat rakyat, jika di ibaratkan sebagai piramida terbalik, maka pemimpin adalah yang berada di paling bawah,  untuk menopang rakyatnya.

Rektor yang terpilih nanti harus orang yang terbukti bersih dan pro mahasiswa. Bersih dari berbagai macam kasus korupsi dan mengambil kebijakan yang tidak merugikan mahasiswa. Rektor sejati tidak mementingkan diri sendiri  dan dapat mengembalikan jati diri UPI sebagai Kampus Pendidikan. Selain itu, seorang rektor  harus berpandangan bahwa rektor adalah bagian dari mahasiswa dan mahasiswa adalah bagian dari rektor.

Remilihan rektor adalah momen yang tidak bisa kita abaikan begitu saja. Mahasiswa adalah anggota terbanyak di warga UPI ini. Baik buruknya kebijakan kampus UPI ini, mahasiswa lah pihak yang menjadi objek yang merasaan langsung akibat kebijakan tersebut.

Rektor UPI… Emang kita pikirin!!!!!!!

Silahkan download link di bawah ini, untuk mengambil buletin bem rema upi secara lengkap.

1st buletin

Perihal bemremaupi
Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: