PERNYATAAN SIKAP SK REKTOR

PERNYATAAN SIKAP

TOLAK INTERVENSI DAN KOMERSIALISASI UPI

HIDUP MAHASISWA!!! HIDUP RAKYAT INDONESIA!!!

Sejak reformasi digulirkan pada tahun 1998, sejak saat itu pula muncul babak baru mimpi dan harapan akan kondisi yang lebih baik dari Republik Indonesia kita tercinta ini. Harapan tersebut tidak terbatas pada sebuah tatanan demokrasi yang menjadi antitesa pemerintahan orde baru yang berhasil menancapkan pola kepemimpinan otoriterisme terpusat selama 32 tahun.

Terpuruknya ekonomi nasional, maraknya kasus korupsi yang terstruktur, tingginya tingkat pengangguran, mahalnya biaya pendidikan dan rendahnya aksebilitas terhadap pendidikan bagi kaum marginal merupakan permasalahan utama yang menggelayuti bangsa ini.

12 tahun sudah reformasi di Indonesia sejak turunnya rezim orde baru, namun sampai detik ini masih menyisakan permasalahan-permasalahan bahkan muncul kembali permasalahan era orde baru atas pengekangan dan pembredelan serta intervensi universitas atas kebebasan berfikir mahasiswa lewat organisasi kemahasiswaan. Hal itu ditandai dengan munculnya Peraturan Rektor UPI No. 8052/H40/HK/2010 tentang Organisasi Kemahasiswaan di lingkungan UPI yang merupakan cerminan intervensi total atas ormawa dan dominasi birokrat atas aktivitas-aktivitasnya yang kembali pada masa orde baru ketika masa NKK/BKK dijalankan.

Masalah yang kemudian muncul pasca reformasi adalah komersialisasi pendidikan terutama pendidikan tinggi. Sehingga aksesibilitas pendidikan tinggi merupakan langit tingkat ke tujuh bagi mahasiswa dengan ekonomi kelas bawah, padahal dalam pembukaan UUD 1945 pun tertera bahwa salah satu tujuan berdirinya Negara ini adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun jika komersialisasi tetap ada maka perlu adanya perubahan atas pembukaan UUD 1945 sehingga berbunyi “mencerdaskan kehidupan bangsawan”. Babak baru komersialisasi di UPI ditandai dengan PP No. 6 tahun 2004 yang mengubah status UPI menjadi BHMN. Mulai saat itu pendidikan di UPI seolah hak aristocrat dan bangsawan.

Fenomena lain yang kemudian muncul adalah dengan dikeluarkannya Keputusan Rektor No 0654/H40/KU/2011 dengan biaya pendidikan bagi mahasiswa baru UPI jalur SNMPTN tahun 2011/2012. Biaya yang harus dikeluarkan mahasiswa baru berkisar antara 12.500.000-17.500.000. Hal ini merupakan kejutan yang luar biasa bagi mahasiswa dan orang tua didik yang akan menyekolahkan anaknya di UPI. Dari tahun 2007-2011 tercatat kenaikan beamasuk sebesar 337% yang merupakan angka fantastis yang bisa jadi masuk nominasi rekor MURI bahkan rekor dunia atas kenaikan bea masuk Universitas Pendidikan Tinggi. Dalam rentang waktu yang sama terjadi kenaikan SPP sebesar 100%.

Ternyata belum berhenti sampai disana, UPI kembali membuktikan sebagai kampus bangsawan dan aristocrat dengan ditandai munculnya Peraturan Rektor No 2050/UN40/HK/2011 tentang pemberlakuan tariff parker berbayar yang menghasilkan angka minimal 2.1 Milyar per tahun. Pada BAB V dalam peraturan tersebut (Disinsetif) dari pasalnya menyatakan bahwa setiap pengendara kendaraan bermotor yang akan menggunakan fasilitas penyimpanan kendaraan di kawasan universitas dikenakan disinsentif, kecuali kendaraan dinas operasional, dinas pejabat structural universitas, kendaraan tamu universitas, fakultas, dan unit kerja lainnya di lingkungan UPI. Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa mahasiswa tidak dikecualikan juga seperti para pejabat tersebut? Hal ini juga mempertegas bau busuk komersialisasi fasilitas parker di UPI.

Mahasiswa merupakan stakeholder dari UPI, bahkan stakeholder terbesar yang tercatat lebih dari 34.000 mahasiswa. Dalam asas demokrasi, jelas harus ada keterwakilan suara atas kebijakan yang akan diambil oleh pihak universitas. Sampai detik ini, hingga pernyataan sikap ini dibuat, mahasiswa masih menjadi objek kebijakan dari pihak universitas.

Dengan berbagai fenomena yang muncul, mulai dari intervensi universitas atas organisasi kemahasiswaan hingga komersialisasi fasilitas dan pendidikan di UPI. Maka kami atas nama seluruh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia menyatakan:

  1. Menolak atas pemberlakuan Peraturan Rektor No. 8052/H40/HK/2010 tentang organisasi kemahasiswaan di lingkungan UPI yang merupakan bentuk intervensi universitas atas organisasi kemahasiswaan dan menuntut pencabutan atas peraturan tersebut sebagai bentuk kedaulatan mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan.
  2. Menolak atas pemberlakuan Keputusan Rektor No. 0654/H40/KU/2011 tentang biaya pendidikan bagi mahasiswa baru UPI jalur SNMPTN tahun akademik 2011/2012 yang merupakan bentuk komersialisasi atas pendidikan di UPI dan menuntut pencabutan atas peraturan tersebut sebagai bentuk hilangnya komersialisasi pendidikan di UPI.
  3. Menolak atas pemberlakuan Peraturan Rektor No. 2050/UN40/HK/2011 tentang pemberlakuan tarif parkir berbayar yang merupakan bentuk komersialisasi atas fasilitas Negara yang menjadi hak guna pakai dari UPI dan menuntut pencabutan atas peraturan tersebut sebagai bentuk dihapusnya komersialisasi fasilitas di UPI.
  4. Menuntut dilibatkannya mahasiswa sebagai stakeholder terbesar UPI yang direpresentasikan oleh organisasi kemahasiswaan dalam setiap pengambilan kebijakan baik dalam hal kebijakan kemahasiswaan atau kebijakan-kebijakan lain yang mempunyai efek kepada mahasiswa dan masyarakat pada umumnya.

Demikian pernyataan sikap dan tuntutan ini kami sampaikan. Semoga sikap kritis ini dapat menjadi sebuah pijakan bagi universitas dan untuk bersama-sama membangun UPI yang bebas intervensi dan komersialisasi baik atas pendidikan dan fasilitas.

Atas Nama Mahasiswa & Seluruh Ormawa UPI

Presiden REMA UPI

Ali Mahfud

Perihal bemremaupi
Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: