Menghargai Keputusan Bersama ( Pemerintahan Mahasiswa )

Oleh: Hamdan Ardiansyah*

Berbicara mahasiswa merupakan hal yang paling menarik, dengan posisinya sebagai pelajar dan orang yang sudah bisa dikatakan dewasa dengan pemikiran, sikap dan tingkah laku.  Secara simbol pun kita bisa melihat dari yang dulu serba diatur dengan seragam putih abu dan serba didikte terhadap aturan-aturan yang ada… Bahkan harus terus diingatkan dan ditegur beberapa kali untuk membedakan mana yang baik dan yang buruk, mana yang harus di kerjakan dengan yang tidak boleh dikerjakan. Jika kita melihat diri kita sekarang yang notabenenya sudah menjadi mahasiswa, seharusnya sikap positif dengan kedewasaan kita dalam berfikir, bersikap bahkan bertindak, sudah menjadi kepribadian yang utuh dan wahana belajar untuk lebih mendewasakan kita sudah terbuka luas dengan tawaran organisasi yang cukup beragam dari mulai tataran jurusan sampai universitas. Dunia mahasiswa memang cukup menarik dengan keragaman sifat, watak, kepribadian bahkan ideologi dari masing-masing pribadi tapi  bukan berarti perbedaan itu membuat kita terpisah dan sulit untuk berjuang bersama, karena pada prinsipnya kita bisa saling toleransi terhadap perbedaan-perbedaan dari sifat-sifat itu tapi kita harus bekerja sama terhadap apa yang telah kita sepakati karena dengan begitu kekuatan dan citra  mahasiswa akan lebih baik.

Tradisi yang menjadi sebuah keputusan antarmahasiswa dalam merumuskan suatu tujuan dan aturan dengan mengedepankan prinsip musyawarah adalah hal yang lebih baik dengan perbedaan yang ada, dari cara pandangan dan pemikiran beragam akan menghasilkan sebuah kesimpulan dan benang merah yang bisa di ambil sebagai solusi dalam berorganisasi serta menerima segala konsekuensi atau yang menjadi keputusan. Ormawa merupakan hasil dari dinamika mahasiswa karena hakikatnya ormawa itu dari, untuk dan oleh mahasiswa tidak ada interpensi lain di luar sana kecuali sifatnya hanya sebagai pengakuan dan legalitas seperti halnya birokrasi saat ini yang selalu meminta ormawa untuk di SK-kan.. Akan tetapi  dalam menejerial/aktifitas segalanya harus mengikuti aturan yang sudah disepakati mahasiswa. Kasus yang terjadi saat ini yaitu mahasiswa sering terpecah belah dengan berbagai persepsi dan bahkan tidak mengakui kedaulatan bersama. Yang harusnya kita lakukan dengan modal dan sikap kedewasaan itu adalah menghargai dan mengikuti peraturan yang sudah disepakati bersama, ada peraturan pusat yang merupakan kebijakan dari tingkat universitas seperti hasil Sidang Umum yang setiap tahun dijalankan… dan peraturan daerah (mumas himpunan) atau UKM harus mengacu dan menjabarkan keputusan bersama yang di atasnya sebagai landasan hukum dalam bergerak sehingga terbentuk sinergitas dan kekuatan bagi mahasiswa itu sendiri. Tidak berjalan sendiri-sendiri sesuai keinginan pribadi tapi kita berjalan sesuai apa yang telah disepakat.

Ormawa bersatu…tak bisa di kalahkan!!!

Hidduuuuppp Mahasiswaaa….!!!

*Menteri Kementrian Dalam Negeri BEM REMA UPI 2011

Perihal bemremaupi
Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: